Dan disinilah semuanya di awali, di sebuah catatan yang saya bahkan torehkan tanpa membuka mata, di ruangan yang gelap dan bernuansakan aroma busuk yang tidak terlihat. Sampah, sisa-sisa konsumsi kegiatan tanpa aturan tapi terstruktur. Terlihat rapih tapi lihatlah terkondisikan.
Tertegan tertahan, di dalam keadaan bahagia yang demi sebatang roko ini tidak perlu diakhiri. Lelah pun sebatas situasi yang terpaksa ada karena tidak ada tapi. Dan apa yang dibilang, diucap pun ternyata takdir dan makna dari buah isi.
Dimana ini?
Disini, bisa seenaknyanya saja semua menjawab, tapi lihatlah, bahkan alur waktu pun membentuk pola bentuk yang aneh, yang ampun, apapun maknanya itu.
Dunia? Batasan ruang dan waktu? Hanyalah sesaat semuanya sebelum diakhiri, sebelum direkap dan diadili.
Persetan global warming, persetan undang-undang dasar, persetan margin kemiskinan, persetan iman yang membutakan, persetan terorisme, persetan tulisan ini.
Persetan apa, dimana, kemana, kenapa, bagaimana, untuk apa, dan batasannya, dan persetanpun saya.
Daus Gonia. pada 27 agustus 2012 setelah apa.
dan ini lah sedikit dari kami yang bercengkrama menunggu bulan yang sedang gagah berada diatas kepala saya kepala dia yang Kribo kepala si Daus Frdsrcks Gonia.
Tertegan tertahan, di dalam keadaan bahagia yang demi sebatang roko ini tidak perlu diakhiri. Lelah pun sebatas situasi yang terpaksa ada karena tidak ada tapi. Dan apa yang dibilang, diucap pun ternyata takdir dan makna dari buah isi.
Dimana ini?
Disini, bisa seenaknyanya saja semua menjawab, tapi lihatlah, bahkan alur waktu pun membentuk pola bentuk yang aneh, yang ampun, apapun maknanya itu.
Dunia? Batasan ruang dan waktu? Hanyalah sesaat semuanya sebelum diakhiri, sebelum direkap dan diadili.
Persetan global warming, persetan undang-undang dasar, persetan margin kemiskinan, persetan iman yang membutakan, persetan terorisme, persetan tulisan ini.
Persetan apa, dimana, kemana, kenapa, bagaimana, untuk apa, dan batasannya, dan persetanpun saya.
Daus Gonia. pada 27 agustus 2012 setelah apa.
dan ini lah sedikit dari kami yang bercengkrama menunggu bulan yang sedang gagah berada diatas kepala saya kepala dia yang Kribo kepala si Daus Frdsrcks Gonia.
Abii Rian P Putra : saya menyukai kamu yang persetan Us.
Daus Frdsrcks Gonia : jrit.. ini bukan saya yang nulis. ini saya yang dari masa depan yang nulis.
Abii Rian P Putra :Kamu hebat yah.
Daus Frdsrcks Gonia :Kamu pasti phephe yang dulu kerja diwarnet toinx yah ??
Abii Rian P Putra : ia bnr skg saya telah memiliki 2 perusahaan di bdg, 3 anak perusahaan di suka bumi.. kamu teh daus yang dulu di kasih tamiya 4wd sama tukang pulsa bukan.... kamu skg jd apa ??
Daus Frdsrcks Gonia : ih. bukan, kamu sekarang jadi designer yang rendah hati. jadi designer fashion tapi lo. dan jadi gagah gemulai lho. saya jadi pemuka agama.
Abii Rian P Putra : ih hebat kamu sekarang udah bisa jd orang yang religius..
kamu pernah makan daging belum.
Daus Frdsrcks Gonia : daging apa? sekarang disini lagi trend makan daging unta lho.
Abii Rian P Putra : ia skg banyak sekali orang2 yg rajin mendekat kan diri sama Tuhan.. karna mereka takut kiamat akan datang yah... sampai2 mereka makan daging yg berasal dari Arab,, biar bisa masuk Surga katanya mah.
Daus Frdsrcks Gonia : ih.. bukan unta yang dari arab,... ini spesias baru, kawin silang antara domba dan kuda jadi unta laut.... tapi lebih familiar disebutnya unta saja. bukan dari arab ini, dari finlandia.... arabisasi sudah kuno sekarang.
Abii Rian P Putra : tapi kamu masih memuja ke arah Kiblat kan sekarang.
Daus Frdsrcks Gonia : ih bumi kan bulat lho... jadi kiblat sekarang ada dua arah.
Abii Rian P Putra : dan di masa depan ini,, kamu menganut apa.. sehingga kamu bisa menyebutkan jika Kiblat skg ada 2 arah..
Daus Frdsrcks Gonia : seperti saya yang dulu. menganut apapun yang benar, yang lebih menyetarakan kepentingan sesama manusia dan alam semesta.
Abii Rian P Putra : yah saya sangat suka akan hal itu.. kita brutal tapi beriman
dan selalu menomer 1 kan apa pun tentang manusia dan alam beserta isinya,
Daus Frdsrcks Gonia : Amiien.... karena Tuhan pun maha tahu, dan saya terkadang mencari yang paling baik pun dia pasti tahu saya sudah berusaha, iman yang bukan warisan, iman yang saya temukan sendiri dan bukan dari silsilah keluarga ataupun keturunan.
Abii Rian P Putra : dan iman pun tidak kita beli saat kita pergi kewarung berbarengan saat kita membeli roko atau obat batuk semacamnya.
Daus Frdsrcks Gonia : dan iman pun saya dulu punya teman namanya itu, saat SMP tepatnya. tapi dia lelaki, tapi dia feminim. aneh saya juga.
Abii Rian P Putra : saya juga aneh melihat tulisan anda yg anda ketik di atas..emang feminim yah " bukan kah yang benar itu Feminin "
Daus Frdsrcks Gonia : Formalin ah.
Abii Rian P Putra : boleh gak saya pasang note anda ini di bloger saya..saya akan cantum kan jg percakapan kita ini nanti sekedar ingin meminta izin dulu . dengan judul :: Catatan Daus Frdsrcks Gonia: die die diary
Daus Frdsrcks Gonia : yah.. kaya ke siapa saja.. sok aja... tapi nanti minta roko sebatang ya, biar syah.
Abii Rian P Putra : saya berhenti meroko sekarang mah da.. nanti aja sebagai gantinya saya kasih kamu conditioner biar rambut kamu sehat.
Daus Frdsrcks Gonia : sama sisir?
terpaksa harus berhenti.
Abii Rian P Putra :Kamu hebat yah.
Daus Frdsrcks Gonia :Kamu pasti phephe yang dulu kerja diwarnet toinx yah ??
Abii Rian P Putra : ia bnr skg saya telah memiliki 2 perusahaan di bdg, 3 anak perusahaan di suka bumi.. kamu teh daus yang dulu di kasih tamiya 4wd sama tukang pulsa bukan.... kamu skg jd apa ??
Daus Frdsrcks Gonia : ih. bukan, kamu sekarang jadi designer yang rendah hati. jadi designer fashion tapi lo. dan jadi gagah gemulai lho. saya jadi pemuka agama.
Abii Rian P Putra : ih hebat kamu sekarang udah bisa jd orang yang religius..
kamu pernah makan daging belum.
Daus Frdsrcks Gonia : daging apa? sekarang disini lagi trend makan daging unta lho.
Abii Rian P Putra : ia skg banyak sekali orang2 yg rajin mendekat kan diri sama Tuhan.. karna mereka takut kiamat akan datang yah... sampai2 mereka makan daging yg berasal dari Arab,, biar bisa masuk Surga katanya mah.
Daus Frdsrcks Gonia : ih.. bukan unta yang dari arab,... ini spesias baru, kawin silang antara domba dan kuda jadi unta laut.... tapi lebih familiar disebutnya unta saja. bukan dari arab ini, dari finlandia.... arabisasi sudah kuno sekarang.
Abii Rian P Putra : tapi kamu masih memuja ke arah Kiblat kan sekarang.
Daus Frdsrcks Gonia : ih bumi kan bulat lho... jadi kiblat sekarang ada dua arah.
Abii Rian P Putra : dan di masa depan ini,, kamu menganut apa.. sehingga kamu bisa menyebutkan jika Kiblat skg ada 2 arah..
Daus Frdsrcks Gonia : seperti saya yang dulu. menganut apapun yang benar, yang lebih menyetarakan kepentingan sesama manusia dan alam semesta.
Abii Rian P Putra : yah saya sangat suka akan hal itu.. kita brutal tapi beriman
dan selalu menomer 1 kan apa pun tentang manusia dan alam beserta isinya,
Daus Frdsrcks Gonia : Amiien.... karena Tuhan pun maha tahu, dan saya terkadang mencari yang paling baik pun dia pasti tahu saya sudah berusaha, iman yang bukan warisan, iman yang saya temukan sendiri dan bukan dari silsilah keluarga ataupun keturunan.
Abii Rian P Putra : dan iman pun tidak kita beli saat kita pergi kewarung berbarengan saat kita membeli roko atau obat batuk semacamnya.
Daus Frdsrcks Gonia : dan iman pun saya dulu punya teman namanya itu, saat SMP tepatnya. tapi dia lelaki, tapi dia feminim. aneh saya juga.
Abii Rian P Putra : saya juga aneh melihat tulisan anda yg anda ketik di atas..emang feminim yah " bukan kah yang benar itu Feminin "
Daus Frdsrcks Gonia : Formalin ah.
Abii Rian P Putra : boleh gak saya pasang note anda ini di bloger saya..saya akan cantum kan jg percakapan kita ini nanti sekedar ingin meminta izin dulu . dengan judul :: Catatan Daus Frdsrcks Gonia: die die diary
Daus Frdsrcks Gonia : yah.. kaya ke siapa saja.. sok aja... tapi nanti minta roko sebatang ya, biar syah.
Abii Rian P Putra : saya berhenti meroko sekarang mah da.. nanti aja sebagai gantinya saya kasih kamu conditioner biar rambut kamu sehat.
Daus Frdsrcks Gonia : sama sisir?
terpaksa harus berhenti.
0 comment:
Posting Komentar